Cara Membedakan Bacan Asli dan Sintetys

Animo masyarakat yang besar terhadap batu bacan ini dapat saja menjadi incaran oknum pedagang yang berniat menipu pembeli yang kurang paham akan seluk-beluk batu bacan ini.

Ada beberapa cara yang mudah membedakan antara bacan asli dengan yang palsu diantaranya:

  • Batu bacan asli (bukan bukan masakan) dapat menggores kaca saat digesekkan.
  • Sorot dengan lampu senter, kalau perlu dengan kaca pembesar,  perhatikan badan batu yang ditembus oleh sinar lampu senter, batu bacan asli akan terlihat memiliki warna dan serat yang khas yang berbeda dengan jenis batu akik lainnya yangb berwarna kehijauan.
  • Khusus untuk yang masakan, biasa disebut bacin (bacan cina), badan batu akan terlihat bening mulus tanpa serat atau guratan sama sekali.

 Cara tersebut di atas memang belum menjamin keaslian batu bacan dan mungkin hanya dapat dilakukan oleh mereka yang sudah terbiasa melihat perbedaan batu, sehingga untuk pemula yang awam akan sulit membedakannya. Untuk keaslian batu, pembeli dapat bersepakat dengan pedagang untuk mengecek keaslian batu pada laboratorium khusus batu mulia (istilahnya di-memo) untuk identifikasi batu mulia (Gem ID/Identification) dengan memeriksa jenis, kekerasan, kwalitas, dimensi, dan asal batu (origin).

Cara Treatment Batu Bacan Ddengan Cairan Ion

Cara Merawat Bacan Kapur dengan Cairan Ion seperti Pocari Sweat:
  1. Yang paling mudah dengan minuman Pocari Sweat (Minuman mengandung ion)
  2. Sediakan bejana kaca (mis. toples, botol bermulut besar) yang memiliki penutup rapat, yang dapat menjadi wadah dan mampu uap air.
  3. Taruh bahan bacan yang telah dijemur tadi ke dalam becana kaca kemudian isikan pocari sweat atau minuman ion sampai benar-benar merendam bahan.
  4. Letakkan di tempat yang aman dan lakukan perendaman dengan cairan ion ini dari malam hingga pagi hari.
  5. Sediakan bejana logam (mis. wajan, panci masak mie), yang dapat menjadi wadah dan mampu menghantar panas dengan baik.
  6. Pindahkan dari toples bahan bacan dan taruh ke dalam wadah logam kemudian isikan dengan air tanah (mengandung mineral alami) hingga air merendam bahan bacan.
  7. Lakukan penjemuran langsung di bawah terik matahari dari pagi hingga malam.
  8. Ulangi prosesnya selama 14 hari.
  9. Perhatikan untuk mengganti air dan cairan ion jika terlihat warna cairan mulai berubah atau kotor.
  10. Perhatikan pula detil bahan bacan agar anda tahu apakah ada kemajuan dari proses treatment bacan ini.
  11. Proses penjemuran dan perendaman juga boleh dicoba mis. 3 hari perendaman dan 3 hari penjemuran.
Pada umumnya proses di atas mampu mengangkat kapur. Hal ini dapat terlihat pada permukaan bahan bacan yang memutih di bagian luar pada saat kering. Ada baiknya bagian yang memutih ini digosok atau disikat sampai bersih bahan bacannya sebelum dilakukan proses ulang cara merawat bacan dengan cairan ion.
 




Selain dari Cara Merawat Bacan Kapur dengan Cairan Ion seperti Pocari Sweat, berikut ini adalah treatment perawatan bacan muda berkapur dengan menggunakan cairan pembersih mulut dan rekayasa perubahan suhu. Secara garis besar Tentang cara merawat bacan ini hampir sama, hanya cairan 'trigger' yang digunakan adalah cairan pembersih mulut seperti Listerin, Colgate, Pepsodent dan lain sebagainya.

Komposisi cairan pembersih mulut ini terdiri dari Air,  Alkohol, Sorbitol Solution, Benzoic Acid, Sodium Citrate, dan beberapa kandungan kimia lainnya. Sehingga dipercaya para spekulan bahan batu akik bacan untuk dipergunakan dalam proses treatment bacan berkapur dan yang masih mengandung flek hitam agar bacan miliknya lebih cepat berproses menjadi bening (kristal).

Dan Berikut Cara Caranya:

  1. Bahan yang akan ditreatment sebaiknya yang sudah berbentuk potongan kecil atau yang sudah terpola, karena semakin besar dimensinya akan semakin lama prosesnya. Bila sudah berbentuk batu akik, caba untuk digosok terlebih dulu permukaan akik dengan amplas halus untuk membuka pori-pori batu.
  2. Sediakan bejana kaca (mis. toples, botol bermulut besar) yang memiliki penutup rapat, yang dapat menjadi wadah dan mampu menahan penguapan.
  3. Tuang Listerine ke dalam toples dan masukkan bacan hingga terendam. Penggunaan merek Listerine adalah karena komposisi pembentuknya lebih kaya.
  4. Tutup rapat penutup toples dan simpan pada tempat aman yang mudah dipantau.
  5. Lakukan perendaman selama 3 hingga 7 hari.
  6. Pada hari ke 8, ambil bacan dari toples masukkan ke dalam wadah (baskom) berisi air tanah (mengandung mineral alami) hingga terendam.
  7. Lakukan perendaman dengan air ini minimal 3 hari dengan maksud untuk mengangkat fleks atau kandungan kapur yang telah diurai oleh cairan pembersih mulut.
  8. Jangan lupa untuk mengganti airnya setiap hari agar kapur tak lagi melekat pada bacan.
  9. Pada hari terakhir, lakukan rekayasa perubahan suhu dengan cara merebus batu dengan air selama 10 hingga 20 menit pada suhu di bawah titik didih air ( < 100° C ). Batu bacan harus terendam dengan air dan pantau suhu agar tak melampaui titik didih air dengan cara mengontrol besar api kompor.
  10. Jika perubahan belum mendapat hasil yang diinginkan, ulangi proses cara merawat bacan kapur ini dari awal lagi.
  11. Untuk hasil sempurna setelah treatment perawatan bacan ini, bentuk bahan bacan atau gosok kembali batu akik bacan anda untuk mengkilapkannya.
Selamat Mencoba...!  Semoga Berhasil.